Kamis, 23 Nopember 2017
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)
HERPES SIMPLEX VIRUS (HSV)

Herpes simplex virus (HSVs) adalah virus DNA yang menyebabkan infeksi kulit akut

HERPES SIMPLEX VIRUS (HSV)

LATAR BELAKANG
Herpes simplex virus (HSVs) adalah virus DNA yang menyebabkan infeksi kulit akut dan muncul sebagai vesikel dengan dasar eritematosa. Virus herpes simpleks merupakan patogen yang ada di mana-mana dan dapat beradaptasi dengan hospes yang menyebabkan keadaan penyakit yang bervariasi. Herpes simplex virus tergolong dalam famili herpes virus, selain
HSV yang juga termasuk dalam golongan ini adalah Epstein Barr (mono) dan varisela zoster yang menyebabkan herpes zoster dan varicella.

DEFINISI

Herpes berasal dari bahasa yunani yang artinya merayap. Penyakit herpes disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks (HSV). Virus ini memiliki karakteristik bergerak dari satu saraf kecil ke saraf kecil dengan cara merayap. Pergerakannya akan berakhir ketika virus-virus tersebut sampai di kumpulan saraf.

TIPE-TIPE HSV
Ada dua tipe virus herpes simpleks yaitu :
1. Herpes simplex virus tipe I : pada umunya menyebabkan lesi atau luka pada sekitar wajah, bibir, mukosa mulut, dan leher.

HSV-1 umumnya ditemukan pada daerah oral pada masa kanak-kanak, terlebih lagi pada kondisi sosial ekonomi terbelakang. Prevalensi anti bodi dari HSV-1 pada sebuah populasi bergantung pada faktor-faktor seperti negara, kelas sosial ekonomi dan usia.


2. Herpes simplex virus tipe II : umumnya menyebabkan lesi pada genital dan sekitarnya (bokong, daerah anal dan paha).

Kebiasaan, orientasi seksual dan gender mempengaruhi HSV-2. Sebagian besar kasus herpes genitalis disebabkan oleh HSV-2, namun tidak menutup kemungkinan HSV-1 menyebabkan kelainan yang sama. HSV-2 prevalensinya lebih
rendah dibanding HSV-1 dan lebih sering ditemukan pada usia dewasa yang terjadi karena kontak seksual. Akan tetapi, lokasi lesi tidak selalu menunjukkan tipe virus. Daerah predileksi ini sering kacau karena adanya cara hubungan seksual seperti orogenital, sehingga herpes yang terdapat di daerah genital kadang-kadang disebabkan oleh HSV tipe I sedangkan di daerah mulut dan rongga mulut dapat disebabkan HSV tipe II.

HSV PADA KEHAMILAN


Herpes masuk dalam kelompok penyakit TORCH. TORCH merupakan sebutan atau akronim dari kelompok penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan janin, terdiri dari:

1. Toxoplasmosis

2. Other (seperti syphilis, varicella, mumps, parvovirus dan HIV)

3. Rubella

4. Cytomegalovirus

5. Herpes simpleks

Seorang perempuan yang terinfeksi herpes simpleks sebelum hamil memiliki risiko sangat rendah menularkan virusnya ke bayinya. Hal ini karena sistem kekebalan membuat antibodi yang dialihkan pada bayi melalui plasenta. Infeksi HSV-2 pada kehamilan dapat memiliki pengaruh yang sangat buruk pada janin. HSV neonatal biasanya bermanifestasi dalam 2 minggu pertama kehidupan.
Kebanyakan wanita yang melahirkan bayi dengan HSV neonatal tidak memiliki riwayat, tanda, atau gejala infeksi HSV sebelumnya. Bayi paling berisiko tertular herpes neonatus bila ibunya sendiri tertular herpes simpleks pada akhir masa kehamilan. Hal ini terjadi karena ibu yang baru tertular belum memiliki antibodi terhadap virus, sehingga tidak ada perlindungan untuk bayi saat lahir. Tambahan, infeksi herpes baru sering aktif, sehingga ada kemungkinan yang lebih tinggi bahwa virus akan timbul di saluran kelahiran saat melahirkan.

GEJALA KLINIS

Lebih dari 80% infeksi herpes simpleks tidak menimbulkan gejala. Jarang sekali virus ini dapat menyebabkan penyakit serius dan dapat mempengaruhi kehamilan, menyebabkan kerusakan signifikan terhadap janin. Kebanyakan infeksi adalah infeksi yang berulang dan cenderung untuk kembali pada atau dekat lokasi yang sama. Pada penderita dengan imunitas yang rendah, infeksi HSV dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa. Tanda utama dari genital herpes adalah luka di sekitar vagina, penis, atau di daerah anus. Kadang-kadang luka dari herpes genital muncul di skrotum, bokong atau paha. Luka dapat muncul sekitar 4-7 hari setelah infeksi


PENGOBATAN

Konsultasikan keluhan ke dokter.
Sebagian besar herpes simplex virus (HSV) infeksi adalah self-limited. Namun, terapi antiviral memperpendek gejala dan dapat mencegah penyebaran dan transmisi.

Semoga Bermanfaat (dr. Nurul T)

 

Login Agen

HalthCare Login

Daftar Bengkel

Pencarian Polis

Kontak
Kontak