Senin, 23 Oktober 2017
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)
TORCH

ToRCH merupakan kelompok penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan parasit

ToRCH merupakan kelompok penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan parasit toxoplasma gondii, Rubella,Cyto Megalo Virus (CMV), Virus Herpes Simplek (HSV1 -HSV2). ToRCH menyebabkan kelainan dan berbagai keluhan yang bisa menyerang anak-anak, orang tua, dan ibu hamil.Toxo, Rubella, CMV dan Herpes dapat menyebabkan rusaknya fertilitas pada wanita, adanya infeksi ToRCH ini, pada wanita bisa menyebabkan terbentuknya mioma, pernyumbatan atau perlengketan, sehingga sel telur tidak bisa dibuahi atau mengakibatkan sulit hamil.ToRCH menyerang semua jaringan organ tubuh yang termasuk system saraf pusat dan perifer yang mengendalikan fungsi gerak, penglihatan, pendengaran, system kardiovaskuler serta metabolisme tubuh.Penularan ToRCH pada manusia dapat melalui 2 cara, aktif (didapat) dan yang pasif (bawaan),disebabkan antara lain:• Makan daging setengah matang yang berasal dari hewan yang terinfeksi (mengandung sista) misal :   sapi, kambing,       kerbau, babi, ayam, kelinci yang dimasak tidak sempurna atau setengah matang
• Makan makanan yang tercemar ooista dari feces (kotoran ) kucing yang menderita ToRCH
• Transfusi darah (trofozoid), transplantasi organ, kecelakaan di laboratorium yang menyebabkan ToRCH masuk ke dalam tubuh atau tanpa sengaja masuk melalui luka.
• Hubungan sex

Penularan secara pasif (bawaan) dapat terjadi karena infeksi pada kehamilan trimester pertama

Toxoplasma gondii

Disebabkan parasit Toxoplasma gondii, parasit ini biasa hidup di hewan peliharaan rumah, seperti
anjing, kucing, burung, merpati, ayam, kerbau, sapi, kambing. Toxoplasma gondii dibedakan dalam 3 bentuk, yaitu:

  • • Oosit

Merupakan hasil perkawinan mikrogamet dan mikrogamet yang terjadi dalam usus kucing. Oosit diekskresi bersama tinja dan   berada dalam tanah, tumbuhan dan sayuran.

  • • Trofozoit (Takhizoid)

Timbul kalau oosit termakan binatang atau manusia kemudian pecah menjadi bentuk tropozoid
yang sangat efektif. Tropozoit memperbanyak diri dengan cara aseksual (pembelahan) mengakibatkan parasitemia dan menyerang berbagai organ

  • • Kista

Berada dalam organ yang dapat bertahan hidup sepanjang kehidupan induk semangnya.

Awalnya orang yang mengidap Toxo tampak seperti sehat, akan timbul gejala bila dia sedang hamil,
GEJALA TOXOPLASMA PADA IBU HAMIL
Gejala Toxo pada ibu hamil sering terjadi flek, terjadi terus menerus sepanjang kehamilan, janin di dalam rahim tidak berkembang, hamil anggur (mola hydatidosa), bayi meninggal pada usia kandungan 7-8 bulan, sering terjadi keguguran (abortus habitualis).
Gejala Toxoplasma ringan yaitu mirip influenza, bisa timbul rasa lelah, demam dan umumnya tidak menimbulkan masalah.
Gejala -gejala umum yang sering tampak pada bayi berusia 1 tahun atau lebih adalah anemia, kejang-kejang, pembengkakan kelenjar air liur, muntah, timbul bisul -bisul, radang paru-paru, Diare, Demam, Kulit Kuning, pengapuran dalam tengkorak, gejala lebih lanjut adanya keterlambatan mental dan fisik pada usia selanjutnya.

Rubella

Disebabkan oleh virus Rubella dengan gejala ; demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Rubella menyerang anak -anak dan dewasa muda. Infeksi Rubella merupakan penyakit ringan pada anak dan dewasa, tetapi bila terjadi pada ibu yang sedang hamil, virus ini dapat menembus dinding plasenta dan langsung menyerang janin. Infeksi Rubella berbahaya bila terjadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Bila infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan, resiko terjadinya kelainan adalah 50%, infeksi terjadi pada trimester pertama resikonya menjadi 25% (menurut American College of Obstatrican and Gynecologissts, 1981)
Serangan Rubella pada anak-anak biasanya menyebabkan:
• Panas badan dan sakit di persendian
• Tampak bercak merah diameter 2-3 mm
• Pembengkakan kelenjar getah bening di belakang telinga atau dibawah leher
• Awalnya bercak timbul di wajah, kemudian menjalar ke tubuh dan merata.


Gejala pada ibu sama dengan gejala pada anak, bercak ini seperti campak, makanya di Jerman Rubella disebut German Measless (Campak Jerman)

Gejala klinis setelah bayi lahir adalah; mata katarak, kelainan jantung, atau tuli, gejala lain yang timbul: BB rendah, Trombositopenia, kelainan tulang, kelainan kelenjar endokrin, kekurangan hormon pertumbuhan, diabetes atau radang paru-paru.
Virus Rubella ditularkan melalui : urin, kontak pernafasan, masa inkubasi 2-3 minggu, penderita dapat menularkan virus selama seminggu sebelum dan sesudah timbulnya RASH (bercak merah) pada kulit.

 

CYTO MEGALO VIRUS (CMV)

Disebabkan oleh Virus cytomegalo, termasuk golongan virus keluarga herpes lainnya. Virus ini akan aktif bila mengalami penurunan kondisi fisik, dan kadang -kadang muncul keluhan seperti vertigo, migren, radang sendi, radang tenggorokan, radang lambung, lemah, lesu dan keluhan pada saraf mata dan otak.
CMV lebih sering menyerang retinitas (fleksi pada kornea), yang dapat dengan cepat mengakibatkan kebutaan, gejala pertama CMV retinitas adalah problem penglihatan seperti : bayangan hitam bergerak (scotoma) dan tampak seperti bintik -bintiki hitam, pandangan seperti melihat kabut putih tebal. Bila ibu hamil mengidap CMV, ia akan mengalami keguguran terus menerus, atau bayinya akan lahir dalam keadaan cacat fisik seperti Hidrosefalus (pembesaran kepala), Microsefalus (pengecilan kepala), lahir dengan usus keluar tubuh, tubuh transparan kaki dan tangannya jadi bengkok.

HERPES SIMPLEX
Disebabkan virus HSV (HSV1 dab HSV2, penyebab 84% kasus penyakit kelamin Herpes adalah HSV2)
Perbedaan HSV1 dan HSV2
• Bagian yang disukai HSV1 adalah kulit dan selaput lender mukosa di mata atau hidung dan telinga, bentuk pada kulit HSV1 adalah bercak vesikel kecil tersebar
• Bagian yang disukai HSV2 kulit dan selaput lender pada alat kelamin dan perianal, membentuk bercak verikel besar, tebal dan terpusat.

Pengidap Herpes akan mengalami kesakitan, juga terasa panas, pada wanita hamil sering keguguran atau bayinya akan lahir cacat.

CARA MENGHINDARI ToRCH !!!!!


• Bila mengkonsumsi daging seperti daging ayam, sapi, kambing, kelinci, babi terlebih dahulu dimasak sampai matang dengan suhu 66 derajat celcius, agar oosita yang makan ada di daging tersebut mati.
• Kucing peliharaan di rumah hendaknya diberi daging matang untuk mencegah infeksi yang masuk ke dalam tubuh kucing. Tempat makan/minum kucing harus selalu dicuci/ dibersihkan
• Hindari kontak dengan mamalia liar:tikus, bajing, musang serta reptilia kecil: cicak, kadal, yang kemungkinan dapat sebagai perantara ToRCH
• Penanganan kotoran kucing sebaiknya dilakukan dengan sarung tangan disposible
• Bagi wanita hamil, terutama yang dinyatakan secara serologis sudah negatif, janganpelihara kucing kecuali dengan sarung tangan
• Bila memegang daging, bekerja di tempat yang ada hubungannya dengan daging mentah hindari menyentuh mata, mulut dan hidung dan peralatan dapur setelah selesai harus dicuci.
• Menggunakan sarung tangan bila berkebun, mencuci sayuran, buah sebelum dimakan
• Darah penderita seropositif tidak boleh ditransfusikan pada penderita yang menderita imunosupresif, demikian juga transplantasi organ
• Pemberantasan terhadap lalat dan kecoa sebagai pembawa oosista perlu dilakukam
• Melakukan pemeriksaan hewan peliharaan secara kontinue ke dokter hewan atau poliklinik hewan

CARA MENGHINDARI ToRCH !!!!!


• Bila mengkonsumsi daging seperti daging ayam, sapi, kambing, kelinci, babi terlebih dahulu dimasak sampai matang dengan suhu 66 derajat celcius, agar oosita yang makan ada di daging tersebut mati.
• Kucing peliharaan di rumah hendaknya diberi daging matang untuk mencegah infeksi yang masuk ke dalam tubuh kucing. Tempat makan/minum kucing harus selalu dicuci/ dibersihkan
• Hindari kontak dengan mamalia liar:tikus, bajing, musang serta reptilia kecil: cicak, kadal, yang kemungkinan dapat sebagai perantara ToRCH
• Penanganan kotoran kucing sebaiknya dilakukan dengan sarung tangan disposible
• Bagi wanita hamil, terutama yang dinyatakan secara serologis sudah negatif, janganpelihara kucing kecuali dengan sarung tangan
• Bila memegang daging, bekerja di tempat yang ada hubungannya dengan daging mentah hindari menyentuh mata, mulut dan hidung dan peralatan dapur  setelah selesai harus dicuci.
• Menggunakan sarung tangan bila berkebun, mencuci sayuran, buah sebelum dimakan
• Darah penderita seropositif tidak boleh ditransfusikan pada penderita yang menderita imunosupresif, demikian juga transplantasi organ
• Pemberantasan terhadap lalat dan kecoa sebagai pembawa oosista perlu dilakukam
• Melakukan pemeriksaan hewan peliharaan secara kontinue ke dokter hewan atau poliklinik hewan

PEMERIKSAAN TORCH SAAT HAMIL

Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi infeksi TORCH, yang disebabkan oleh parasit
TOxoplasma, virus Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan virus Herpes.


Cara mengetahui infeksi TORCH adalah dengan mendeteksi adanya antibodi dalam darah pasien, yaitu dengan pemeriksaan :
• Anti-Toxoplasma IgM dan Anti-Toxoplasma IgG (untuk mendeteksi infeksi Toxoplasma)
• Anti-Rubella IgM dan Anti-Rubella IgG (Untuk mendeteksi infeksi Rubella)
• Anti-CMV IgM dan Anti-CMV IgG (untuk mendeteksi infeksi Cytomegalovirus)
• Anti-HSV2 IgM dan Anti-HSV2 IgG (untuk mendeteksi infeksi virus Herpes)

Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi infeksi TORCH, yang disebabkan oleh parasit TOxoplasma, virus Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan virus Herpes.


Cara mengetahui infeksi TORCH adalah dengan mendeteksi adanya antibodi dalam darah pasien, yaitu dengan pemeriksaan :
• Anti-Toxoplasma IgM dan Anti-Toxoplasma IgG (untuk mendeteksi infeksi Toxoplasma)
• Anti-Rubella IgM dan Anti-Rubella IgG (Untuk mendeteksi infeksi Rubella)
• Anti-CMV IgM dan Anti-CMV IgG (untuk mendeteksi infeksi Cytomegalovirus)
• Anti-HSV2 IgM dan Anti-HSV2 IgG (untuk mendeteksi infeksi virus Herpes)

 

Login Agen

HalthCare Login

Daftar Bengkel

Pencarian Polis

Kontak
Kontak