Kamis, 23 Nopember 2017
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)
HIDROSEFALUS

Keadaan patologis otak yang dapat mengakibatkan gangguan dari CSS yang berubah menjadi banyak

HIDROSEFALUS

Bisa karena:obstruksi aliran cairan serebrospinal, gangguan produksi dan atau produksi cairan serebrospinal yang berlebihan (Aziz, 2006)

Frekuensi hidrosefalus ini utero 2:2000 bayi, dan kira-kira 12% dari semua kelainan konginetal.
Hidrosefalus sering menyebabkan distosia persalinan. Apabila hidrosefalus berlanjut setelah lahir dan tetap hidup akan menjadi masalah pediatri sosial.
Cairan serebrospinal atau CSF berperan dalam melindungi otak, menjaga keseimbangan bahan-bahan kimia Susunan Syaraf Pusat

•    Pada orang dewasa volume intrakranial kurang lebih 1700 ml
•    Otak sekitar 1400 ml
•    Volume cairan serebrospinal 100-150 ml (rata-rata 104 ml), menghasilkan ± 500 cc/hari
•    Darah sekitar 100-150 ml.  80% dari jaringan otak terdiri dari cairan, baik ekstra sel maupun intra sel



Ruangan CSS         
minggu kelima masa embrio dibentuk pada pleksus koroidalis, terdiri dari system ventrikel, sisterna magna pada dasar otak dan ruang subaraknoid yang meliputi seluruh susunan saraf pusat (SSP). Cairan serebrospinal atau CSF berperan dalam melindungi otak, menjaga keseimbangan bahan-bahan kimia Susunan Syaraf Pusat



Aliran CSS normal dari ventrikel lateralis melalui foramen Monroi
ventrikel III melalui saluran yang sempit akuaduktus
Sylvii ventrikel IV dan melalui foramen Luschka dan Magendie ke dalam ruang subaraknoid melalui sisterna magna.

•  Pada orang dewasa volume intrakranial kurang lebih 1700 ml
•  Otak sekitar 1400 ml
•  Volume cairan serebrospinal 100-150 ml (rata-rata 104 ml), menghasilkan ± 500 cc/hari
•  Darah sekitar 100-150 ml. 80% dari jaringan otak terdiri dari cairan, baik ekstra sel maupun intra sel.

Etiologi / penyebab
1. Kelainan bawaan (kongenital)
2. Infeksi
3. Neuplasma/tumor
4. Perdarahan

Klasifikasi :
1. Gambaran klinis       > manifes dan tersembunyi
2. Waktu pembentukan    >   kongenital dan akuisita
3. Proses terbentuknya > akut dan kronik
4. Sirkulasi CSS               > komunikans dan non komunikans


Manifestasi Klinis / Tanda- tanda :
Bayi
1. Kepala makin membesar
2. Ubun-ubun melebar dan tegang
3. Cracked-pot sign
4. Perkembangan motorik terlambat
5. Perkembangan mental terlambat
6. Cerebral cry
7. Sunset phenomena
Anak:
1. Bila sutura kranialis sudah menutup, terjadi tanda-tanda PTIK
2. Muntah proyektil
3. Nyeri kepala
4. Kejang
5. Kesadaran menurun
6.    Papiledema

Pada dewasa gejala yang paling sering dijumpai adalah nyeri kepala.

Evaluasi Diagnostik :
•  Foto rontgen kranium memperlihatkan penipisan tulang tengkorak disertai pemisahan sutura dan pelebaran fontanel.
•  Angiografi memperlihatkan kelainan pembuluh darah yang disebabkan oleh peregangan.
•  Pemeriksaan CT scan dan MRI menunjukkan variasi densitas jaringan dan cairan di dalam sistem ventrikulus.
•  Pungsi lumbal mengungkapkan peningkatan tekanan cairan serebrospinalis pada hidrosefalus komunikans.
•  Ventrikulografi memperlihatkan dilatasi ventrikulus otak dengan cairan serebrospinalis yang berlebihan.

Penatalaksanaan / pengobatan :
>  Medikamentosa   
Terapi untuk pasien hidrosefalus tergantung pada penyebabnya.
Pemberian
asetazolamid dan furosemid (golongan diuretik) dapat mengurangi produksi CSF
>  Pembedahan
1.    Ventriculoperitoneal shunt (VP shunt)
Untuk mengangkut cairan serebrospinal yang berlebihan dari ventrikel
lateralis ke dalam kavum peritoneal
2.    Venriculoatrial shunt (pemasangan alat ini lebih jarang dilakukan )
Untuk mengalirkan cairan serebrospinal dari ventrikulus lateralis otak
ke dalam atrium kanan jantung agar     cairan tersebut dapat mengalir  
sendiri ke dalam    peredaran darah vena.

Komplikasi yang terjadi :
•  Retardasi mental
•  Gangguan fungsi motorik
•  Kehilangan penglihatan
•  Herniasi otak
•  Kematian akibat peningkatan tekanan intrakranial
•  Infeksi pada shunt (sesudah pembedahan)
•  Pembesaran kepala
•  Kerusakan otak
•  Meningitis
•  Ekstremitas mengalami kelemahan, inkoordinasi
•  Kerusakan jaringan saraf
•  Proses aliran darah terganggu





Prognosis / angka kesembuhan :
Pada kelompok yang dioperasi, angka kematian adalah 7%. Setelah operasi sekitar 51% kasus mencapai fungsi normal dan sekitar 16% mengalami retardasi mental ringan.

Pemerikasaan diagnostik :
•  CT scan (dengan atau tanpa kontras): mengidentifikasi luasnya lesi, perdarahan, determinan, ventrikuler dan perubahan    jaringan otak.

•  MRI: digunakan sama denga CT scan dengan atau tanpa kontras radioaktif
•  Rongen kepala: mendeteksi perubahan struktur garis sutura.
•  Pemeriksaan CSS dan Lumbal pungsi: dapat dilakukan jika diduga terjadi perdarahan subarachoid. CSS dengan atau tanpa       kuman dengan kultur yaitu protein LCS normal atau menurun, leukosit meningkat/ tetap, dan glukosa menurun atau tetap.

 

Login Agen

HalthCare Login

Daftar Bengkel

Pencarian Polis

Kontak
Kontak